Permintaan Maaf Kepala Polisi Korsel atas Tragedi Pesta Halloween Itaewon
malaysiaeyecenter.id – Kepala Kepolisian Korea Selatan Yoon Hee-keun meminta permohonan maaf atas tragedi pesta Halloween Itaewon, yang merenggut 156 orang tewas akhir pekan lalu. Seraya membungkuk, Yoon mengatakan dirinya akan bertanggung jawab atas tragedi kemanusian paling kelabu bagi Korsel sejak 2014 itu. Yoon mengakui respons polisi dalam menangani tragedi Halloween Itaewon sangat lambat.
Sejumlah pejabat Korsel juga mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat korsel karena tidak bisa mencegah tragedi Itaewon terjadi. Sampai-sampai membuat Wali Kota Seoul Oh Se-hoon menangis saat konferensi pers di tempat terpisah. Pak walikota bercerita saat itu, saya mencoba menghibur orangtua yang anak perempuannya menjadi korban dan dirawat di National Medical Center. Dan berkata bahwa anak perempuan mereka akan selamat, besok paginya saya mendengar kabar bahwa anak perempuan itu meninggal dunia. Karena itu saya meminta maaf karena permintaan maaf yang terlambat, ujar Oh Se-hoon dengan suara yang bergetar dan tetesan air mata mengalir dari matanya.
Saksi mata dan korban selamat mengungkapkan minim pengawasan di Sabtu malam tersebut oleh pihak berwenang. Sekiranya hanya ada 137 petugas kepolisian yang bertugas di kawasan Itaewon. Padahal, satu minggu sebelum acara perayaan Halloween, tiket hotel dan tiket pesta di ketahui sudah terjual habis. Seharusnya, pihak berwenang sudah bisa memprediksi keramaian yang akan terjadi di puncak perayaan Halloween itaewon tersebut. Sekiranya hampir 100 ribu orang datang ke kawasan Itaewon, yang memiliki gang-gang kecil selebar 3 sampai 4 meter itu pada Sabtu malam.
Baca Juga Info Menarik Mengenai: Tragedi Konser Musik Dibubarkan.
Beberapa Kejanggalan Saat Tragedi Pesta Hallowen Itaewon

Kasus Tragedi Pesta Halloween Itaewon menjadi sorotan publik setelah menewaskan setidak nya 154 orang, yang teridentifikasi 100 korban bejenis kelamin perempuan. Di temukan beberapa kejanggalan dalam insiden tersebut. Bermula saat orang-orang semakin berdatangan memadati gang yang menanjak. Rupanya ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawah. Terjadilah kepanikan dalam kerumunan orang-orang dan para pengunjung saling injak. Datangnya petugas tidak membantu banyak, alhasil puluhan orang sudah terkapar karena mengalami henti jantung.
Berikut beberapa kejanggalan yang terjadi pada saat pesta hallowen itaewon berlangsung:
• Membludaknya Pengunjung Hallowen Itaewon
Tercatat sekitar seratus ribu orang mengunjungi distrik hiburan Itaewon malam itu. Para pengunjung datang tanpa menggunakan masker dan jaga jarak. Tidak hanya warga lokal, turis asingpun banyak berdatangan. Mereka datan g memakai kostum bertema horor. Tak hanya warga Korsel, warga negara asing pun turut menghadiri pesta ini.
• Klub Malam Tetap Berpesta
Terlihat beberapa klub malam masih menggelar pesta saat tragedi berlangsung. Bahkan berlangsung hingga pukul 04.00 subuh waktu setempat, padahal kekacauan terjadi sekitar 22.30 waktu setempat.
• Penggunaan Narkoba Penggunjung Tragedi Pesta Halloween Itaewon
Menurut saksi mata yang berada di lokasi kejadian berlangsung, bahwa ada seseorang berkostum Santa Claus membagikan permen warna-warni secara cuma-cuma kepada kerumunan muda-mudi yang datang di kawasan itu.
Tidak lama banyak orang terlihat muntah-muntah dan pingsan, menyebabkan Orang-orang ketakutan dan panik kabur di tengah kerumunan, di karenakan melihat banyak orang muntah-muntah dan pingsan. Ada juga yang mengatakan bahwa pengguna narkoba berkelahi saat tragedi Halloween Itaewon. Hingga berita ini di unggah pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi soal penyebab tragedi Itaewon terjadi.
• Pemilik Usaha Tidak Mengijinkan Berlindung Dalam Toko
Seorang saksi mata mengungkapkan sejumlah pemilik toko mengusir para pengunjung keluar toko. Orang-orang berusaha menyelamatkan diri ke toko-toko terdekat namun diusir kembali ke jalan karena toko akan tutup.
• Para Pengunjung Tetap Berpesta
Petugas meminta festival Halloween ditunda pada 11.19 malam waktu setempat atau 49 menit setelah menerima laporan. Para pengunjung mengabaikan himbauan tersebut dan terus berpesta hingga pukul 02.00 waktu setempat. Bahkan sempat terlihat beberapa orang dengan berbagai kostum tampak sibuk mengambil foto di gang dekat lokasi kejadian.